MEDIA POLRI – Ancaman narkoba yang terus merayap hingga ke ruang-ruang terkecil kehidupan masyarakat mendorong Badan Narkotika Nasional (BNN) mengambil langkah kolaboratif. Tidak hanya mengandalkan pendekatan struktural, BNN kini memperkuat barisan dengan menggandeng kekuatan pemuda sebagai mitra strategis di garis terdepan.
Langkah tersebut diwujudkan melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Deputi Bidang Pemberdayaan Masyarakat BNN RI dan organisasi Pemuda Patriot Nusantara, yang berlangsung pada Rabu (4/2). Kesepakatan ini menjadi fondasi kerja bersama dalam mengakselerasi program Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) berbasis pemberdayaan masyarakat.
PKS ditandatangani oleh Plt. Deputi Pemberdayaan Masyarakat BNN RI, Yuki Ruchimat, bersama Ketua Pemuda Patriot Nusantara, Andi Kurniawan. Melalui kerja sama ini, kedua pihak sepakat memperluas edukasi bahaya narkoba, memperkuat deteksi dini, membentuk serta membina Penggiat P4GN, hingga menggerakkan kegiatan sosial di kawasan yang dinilai rawan penyalahgunaan narkotika.
Dalam sambutannya, Yuki Ruchimat mengungkapkan bahwa penyalahgunaan narkoba di Indonesia menunjukkan kecenderungan meningkat. Saat ini, angka prevalensi telah mencapai 2,11 persen atau setara sekitar 4,15 juta jiwa, dengan lebih dari 9.700 kawasan rawan narkoba tersebar di berbagai wilayah. Kondisi tersebut, menurutnya, menjadi tantangan serius yang tidak mungkin ditangani oleh BNN secara mandiri.
Ia menegaskan, keterlibatan masyarakat menjadi kunci dalam memperluas jangkauan edukasi sekaligus memperkuat ketahanan sosial, khususnya di tingkat desa. Organisasi kepemudaan dipandang memiliki peran strategis sebagai agen perubahan yang mampu menjangkau lapisan masyarakat secara langsung.
“Penandatanganan PKS ini harus melahirkan gerakan nyata. Bukan sekadar dokumen, tetapi aksi bersama yang terukur demi terwujudnya Indonesia Bersih Narkoba,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua Pemuda Patriot Nusantara Andi Kurniawan menilai narkoba telah berkembang menjadi persoalan kemanusiaan yang mengancam masa depan generasi bangsa. Ia menyebut, peredaran narkoba yang kini menyentuh wilayah pedesaan membutuhkan pendekatan sosial yang kuat dan berkelanjutan.
Menurutnya, pengalaman Pemuda Patriot Nusantara dalam mendampingi masyarakat menjadi modal penting untuk mendukung langkah BNN di lapangan. Melalui kerja sama ini, organisasi kepemudaan tersebut berkomitmen memperluas peran dalam upaya pencegahan dan pemberdayaan masyarakat.
“Berbagai pendekatan telah kami lakukan di tengah masyarakat. PKS ini menjadi pijakan yang kuat bagi kami untuk bergerak lebih sistematis dan berdampak,” ujarnya.
Melalui sinergi ini, BNN dan Pemuda Patriot Nusantara berharap kesadaran publik terhadap bahaya narkoba dapat tumbuh secara masif, sekaligus memperkuat gerakan P4GN sebagai bagian dari ikhtiar bersama menciptakan lingkungan sosial yang aman, sehat, dan bebas dari narkoba.@Red







