YOGYAKARTA – Gerakan War On Drugs for Humanity kembali bergema di Daerah Istimewa Yogyakarta. Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) DIY menggandeng BNN Kabupaten Bantul dan BNN Kota Yogyakarta melaksanakan operasi penanganan kawasan rawan narkoba di wilayah Jogoyudan, Jetis, Kota Yogyakarta, Selasa (11/11/2025) kemaren.
Operasi yang dipimpin langsung Kepala BNNP DIY Brigjen Pol. Sulistyo Pudjo Hartono ini menjadi bagian dari aksi serentak nasional di 53 titik pada 34 provinsi se-Indonesia. “Ini langkah awal gerakan pemulihan masyarakat yang rentan terhadap penyalahgunaan narkoba. Kami ingin wilayah ini benar-benar pulih dan bebas dari ancaman narkoba,” tegas Sulistyo.
Operasi digelar secara kolaboratif bersama berbagai instansi, di antaranya Polda DIY, POM TNI DIY, Satpol PP DIY, Bea Cukai Yogyakarta, dan BIN DIY, dengan dukungan penuh masyarakat setempat. Dalam kegiatan tersebut, tim gabungan melakukan tes urine terhadap 30 penghuni Rusunawa Jogoyudan. Hasilnya, dua orang dinyatakan positif benzodiazepines.
“Keduanya kami bawa ke kantor BNNP DIY untuk penanganan lanjutan. Jika hasil asesmen menunjukkan hanya sebagai pengguna, mereka akan diarahkan ke program rehabilitasi, bukan dipidana,” jelas Sulistyo.
Sementara itu, di lokasi berbeda, tim pemberantasan BNNP DIY berhasil meringkus seorang tersangka di kawasan Condongcatur. Dari tangan pelaku, diamankan 12 paket sabu dengan berat bruto 14,61 gram serta tiga pipa kaca bening yang diduga sisa pakai.
Tak berhenti di situ, BNNP DIY bersama jajaran BNN kabupaten/kota juga melaksanakan kegiatan lanjutan seperti sosialisasi, pembinaan, dan pemulihan kawasan rawan narkoba. Upaya ini menjadi wujud nyata strategi menyeluruh BNN dalam menekan peredaran gelap narkotika, sekaligus memulihkan kehidupan sosial masyarakat.
“Perang melawan narkoba bukan sekadar menindak, tapi juga memulihkan. Itulah esensi War On Drugs for Humanity,” pungkas Brigjen Pol. Sulistyo Pudjo Hartono.@Tgk Zunet







