SURAKARTA – Polresta Surakarta melalui Seksi Kedokteran dan Kesehatan (Sidokkes) menggelar kegiatan Cek Kesehatan Gratis (CKG) dan Tes Cepat Molekuler (TCM) bagi para Bhabinkamtibmas, Kamis (4/6/2026). Kegiatan yang bekerja sama dengan Puskesmas Purwosari tersebut diikuti oleh 54 personel Bhabinkamtibmas sebagai bagian dari persiapan pelaksanaan tracing Tuberkulosis (TB) Paru di wilayah binaan masing-masing.
Wakapolresta Surakarta AKBP Sigit, S.I.K., M.H., mengatakan bahwa kegiatan pemeriksaan kesehatan tersebut merupakan tindak lanjut dari pelatihan tracing TB Paru yang sebelumnya telah diikuti para Bhabinkamtibmas.
Menurutnya, pemeriksaan kesehatan dilakukan untuk memastikan seluruh personel yang nantinya bertugas melakukan pelacakan kasus TB Paru berada dalam kondisi sehat dan siap menjalankan tugas di lapangan.
“Cek kesehatan dan TCM ini dilaksanakan sebelum para Bhabinkamtibmas menjalankan tugas sebagai tracer TB Paru di wilayah binaannya masing-masing. Dengan demikian, personel yang bertugas dapat dipastikan dalam kondisi sehat,” ujar AKBP Sigit saat memberikan arahan kepada para peserta.
Selain menjalani pemeriksaan kesehatan, para Bhabinkamtibmas juga mendapatkan sosialisasi ulang mengenai penyakit TB Paru serta tata cara pelaksanaan tracing di lapangan agar dapat menjalankan tugas secara efektif dan tepat sasaran.
Kasi Dokkes Polresta Surakarta AKP Cahyono Agus, S.Kep., M.Si., M.H., menjelaskan bahwa pemahaman yang baik mengenai TB Paru sangat penting dalam mendukung keberhasilan pelaksanaan tracing dan edukasi kepada masyarakat.
Dalam sosialisasi tersebut, peserta diberikan pemahaman mengenai mekanisme penularan TB melalui percikan dahak (droplet), langkah-langkah pencegahan, penggunaan masker, penerapan etika batuk, hingga pentingnya menjaga ventilasi rumah yang baik.
AKP Cahyono juga menekankan pentingnya pendekatan humanis dalam pelaksanaan tracing. Para Bhabinkamtibmas diminta mengedepankan komunikasi persuasif kepada masyarakat serta menjaga kerahasiaan identitas pasien guna menghindari stigma maupun diskriminasi terhadap penderita TB.
Selain itu, para Bhabinkamtibmas diharapkan mampu melakukan pendataan dan pelacakan kontak erat secara akurat, sekaligus membangun sinergi dengan tenaga kesehatan, kader kelurahan, dan pemerintah setempat. Edukasi kepada pasien agar menjalani pengobatan secara teratur hingga tuntas juga menjadi fokus utama dalam upaya penanggulangan TB di masyarakat.
Dari hasil Cek Kesehatan Gratis (CKG) dan Tes Cepat Molekuler (TCM) yang telah dilaksanakan, seluruh Bhabinkamtibmas peserta kegiatan dinyatakan tidak terindikasi menderita Tuberkulosis (TB) Paru. Hasil tersebut menunjukkan bahwa seluruh personel berada dalam kondisi sehat dan siap menjalankan tugas sebagai tracer TB di wilayah kelurahan binaannya masing-masing.
Dengan kondisi kesehatan yang baik serta bekal pengetahuan yang telah diberikan melalui pelatihan dan sosialisasi, para Bhabinkamtibmas diharapkan dapat mendukung upaya deteksi dini, pendataan kontak erat, serta edukasi masyarakat terkait pencegahan dan penanganan TB Paru.
Kehadiran Bhabinkamtibmas di tengah masyarakat juga diharapkan semakin memperkuat sinergi antara kepolisian, tenaga kesehatan, dan pemerintah kelurahan dalam mendukung program eliminasi TB serta meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat secara berkelanjutan.@Sutarno







