BANYUMAS – Upaya membentengi generasi muda dari ancaman narkotika kini memasuki babak baru. Kepala Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Banyumas, Kombes Pol Iwan Irmawan, mengikuti secara daring Launching IKAN (Integrasi Kurikulum Anti Narkoba), sebuah program strategis dalam gerakan Ananda Bersinar.
Kegiatan tersebut juga diikuti oleh Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Banyumas yang diwakili oleh Kasi Kurikulum SMP, Retno Asih, S.Pd., bersama seluruh anggota Tim Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat. Kehadiran unsur BNN dan dunia pendidikan ini menjadi simbol kuat sinergi dalam memperkuat ketahanan pelajar dari bahaya narkoba.
Peluncuran program IKAN dipimpin langsung oleh Kepala BNN RI Komjen Pol. Dr. (HC) Suyudi Ario Seto, S.I.K., M.Si., bersama Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, bertempat di Aula Universitas Negeri Surabaya (Unesa), Surabaya. Momentum tersebut menandai komitmen nasional dalam menghadirkan pendidikan yang tidak hanya mencerdaskan, tetapi juga melindungi.
IKAN bukan sekadar akronim. Ia menjadi representasi gerakan sistematis untuk “menebar” nilai-nilai anti narkoba ke dalam kurikulum pendidikan. Melalui integrasi materi pencegahan narkotika di sekolah, peserta didik diharapkan tidak hanya memahami bahaya narkoba secara teori, tetapi juga memiliki daya tangkal, karakter kuat, dan keberanian berkata tidak.
Iwan Irmawan menegaskan bahwa BNNK Banyumas siap mengawal implementasi program tersebut di seluruh satuan pendidikan di wilayahnya. Sinergi lintas sektor akan menjadi kunci agar integrasi kurikulum ini berjalan efektif dan berkelanjutan.
Dengan hadirnya IKAN dalam gerakan Ananda Bersinar, Banyumas menegaskan komitmennya untuk menciptakan ruang belajar yang aman, sehat, dan produktif. Dari ruang kelas, pesan anti narkoba diteguhkan demi masa depan generasi yang bersih, berprestasi, dan bebas dari jerat narkotika.@Red







