KAMPAR — Dua bulan bukan waktu yang panjang. Namun di tangan AKBP Mihardi Mirwan, dua bulan cukup untuk menorehkan jejak-jejak kepemimpinan yang penuh makna di hati masyarakat Kampar. Sosok sederhana dan bersahaja ini membuktikan bahwa polisi tak hanya bicara hukum, tetapi juga bicara rasa.
Dikenal dekat dengan rakyat, AKBP Mihardi Mirwan menjelma bukan sekadar Kapolres, tetapi sahabat dan pelindung bagi warganya. Salah satu momen yang akan dikenang adalah ketika ia menantang arus Sungai Subayang dengan sampan mesin Robin, demi menjangkau warga Desa Tanjung Beringin. Selama dua setengah jam perjalanan, beliau tidak hanya hadir membawa keamanan, tetapi juga telinga yang mendengar keluhan, tangan yang memberi bantuan, dan hati yang menguatkan.
Di balik seragamnya, AKBP Mihardi juga tampil sebagai pelindung bagi mereka yang rentan. Dalam kasus kekerasan dalam rumah tangga yang menimpa Valery Wahid, beliau turun langsung mengunjungi korban, memberi dukungan moral, dan menjadikannya bagian dari keluarga besar Polres Kampar. Empati yang ditunjukkan membuktikan bahwa kepemimpinannya menyentuh sisi-sisi terdalam kemanusiaan.
Perhatian pada dunia pendidikan pun tak luput dari perhatiannya. Bantuan uang sekolah disalurkan kepada pelajar dari keluarga tak mampu, seperti yang diterima Rafi Nasri melalui MTs Muhammadiyah Desa Penyasawan. Bantuan itu bukan sekadar angka, tetapi harapan agar anak-anak Kampar tetap menggapai cita di tengah keterbatasan.
Hubungan harmonis pun terjalin erat dengan berbagai pihak, termasuk kalangan pers. Silaturahmi dengan wartawan PWI Kabupaten Kampar menjadi wujud keterbukaan dan komitmen pada transparansi, pondasi penting dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.
Mengakhiri tugasnya di Kampar, AKBP Mihardi dikenal sebagai pemimpin yang mengedepankan musyawarah, bijak dalam meredam konflik, dan lihai merajut persatuan. Kini, estafet pengabdian dilanjutkan di tempat baru sebagai Kabagwassidik Ditreskrimum Polda Metro Jaya.
Selamat bertugas di amanah baru, Bapak AKBP Mihardi Mirwan. Jejakmu di Kampar akan terus hidup dalam ingatan, sebagai contoh bahwa polisi sejati adalah yang dicintai rakyatnya.@Red







