NGANJUK — Nuansa religius dan kearifan lokal menyatu dalam momen bersejarah di Mapolres Nganjuk, Senin (19/1/2026). Polres Nganjuk menyambut Kapolres baru, AKBP Suria Miftah Irawan, dengan tradisi pedang pora yang dipadukan iringan kesenian Banjari melantunkan shalawat dan pujian kepada Nabi Muhammad SAW.
Prosesi berlangsung khidmat sejak langkah pertama Kapolres baru menapaki halaman mako. Ia disambut langsung Wakapolres, para Pejabat Utama (PJU), Kapolsek jajaran, perwira, anggota, serta ASN Polres Nganjuk. Pedang pora menjadi simbol kehormatan dan penerimaan pimpinan, sementara lantunan Banjari menghadirkan atmosfer spiritual yang merefleksikan karakter religius masyarakat Nganjuk.
AKBP Suria Miftah Irawan resmi menggantikan AKBP Henri Noveri Santoso, yang mengemban amanah baru sebagai Wadirreskrimsus Polda Jawa Timur. Dalam sambutannya, AKBP Henri menyampaikan dukungan penuh dan pesan estafet kepemimpinan.
“Teruskan hal-hal positif yang sudah berjalan, tingkatkan kinerja, dan laksanakan tugas dengan penuh keikhlasan sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat,” ujarnya.
Menanggapi itu, AKBP Suria menegaskan komitmennya menjaga kesinambungan program sekaligus memperkuat soliditas internal.
“Apa yang sudah baik akan kita pertahankan dan tingkatkan bersama. Mari bekerja dengan hati, profesional, dan bertanggung jawab demi pelayanan terbaik bagi masyarakat Nganjuk,” tuturnya.
Sebelum menjabat Kapolres Nganjuk, AKBP Suria dikenal berpengalaman sebagai Kasat Resnarkoba Polrestabes Surabaya. Rekam jejak tersebut diharapkan menjadi bekal memperkuat kinerja kepolisian, khususnya dalam menjaga situasi kamtibmas yang aman dan kondusif.
Pergantian kepemimpinan ini membawa harapan baru energi segar untuk meningkatkan profesionalisme, soliditas, dan mutu pelayanan publik. Dengan doa yang terlantun dalam shalawat, langkah awal Kapolres Nganjuk yang baru pun dimulai.@Red







