BANYUMAS — Ribuan suara menggema di Alun-alun Banyumas, Minggu (15/6/2025) kemaren, bukan untuk unjuk rasa, melainkan ikrar bersama: memerangi narkoba dari desa.
Sebanyak 5.000 peserta yang terdiri dari kepala desa, perangkat desa, serta keluarganya dari 301 desa se-Kabupaten Banyumas berkumpul dalam semangat peringatan Hari Lahir ke-19 Persatuan Perangkat Desa Indonesia (PPDI). Namun, momen ini bukan sekadar perayaan—melainkan juga panggung deklarasi Desa Bersinar atau Desa Bersih Narkoba.
Acara yang digelar BNN Kabupaten Banyumas bersama PPDI ini menjadi bagian dari rangkaian pra Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) 2025. Dengan mengenakan seragam kebanggaan masing-masing desa, para peserta mengikuti jalan sehat sembari menyuarakan tekad: “Desa adalah benteng terakhir bangsa melawan narkoba.”
Kegiatan dibuka dengan lantunan Mars BNN yang menyulut semangat nasionalisme dan komitmen anti-narkoba. Kemudian dilanjutkan penandatanganan deklarasi oleh Bupati Banyumas Drs. H. Sadewo Tri Lastiono, M.M., Ketua PPDI Kabupaten Banyumas Slamet Mubarok, serta perwakilan Kepala BNN Kabupaten Banyumas, Kasubbag Umum Kristian Sugiono, S.H.
Yang paling menggetarkan, seluruh peserta kemudian membacakan deklarasi bersama dengan suara serempak dan penuh keyakinan. Alun-alun menjadi saksi janji kolektif masyarakat desa untuk tidak memberi ruang bagi narkoba di lingkungannya.
“Desa adalah fondasi bangsa. Kalau desa bersih dari narkoba, Indonesia kuat,” ungkap salah satu peserta jalan sehat dengan mata berbinar.@tengkuzunet







