DEPOK – Siapa bilang anggota Brimob hanya piawai di lapangan? Sosok muda bernama Bharaka Dimas Setiyadi membuktikan bahwa ketangguhan Brimob kini juga merambah dunia digital, Kamis 23 Oktober 2025.
Anggota Bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) Korbrimob Polri ini sukses menorehkan prestasi membanggakan: menemukan celah keamanan kritis pada sistem informasi Pemerintah Kota Salatiga, hingga akhirnya menerima penghargaan resmi dari Pemkot Salatiga.
Awalnya, Dinas Kominfo Salatiga menggelar sayembara untuk menguji keamanan sistem pemerintahan mereka. Tak disangka, Dimas—yang sehari-hari berdinas di Korbrimob Polri—menjadi salah satu peserta paling menonjol. Ia menemukan titik rawan yang bisa dieksploitasi peretas, lalu melaporkannya secara etis dan profesional, lengkap dengan rekomendasi teknis untuk menutup celah tersebut.
Atas dedikasinya, Kepala Dinas Kominfo Salatiga, Eny Endang Surtiani, S.T., M.T., menyerahkan Sertifikat Apresiasi kepada Dimas. Sebuah bentuk penghargaan yang menunjukkan bahwa ketangguhan tidak selalu harus berseragam tempur kadang, ia hadir lewat baris kode dan layar komputer.
Dimas bukan sembarang personel. Di balik seragamnya, tersimpan otak brilian yang haus belajar. Lulusan D3 Teknologi Komputer dan S1 Teknik Informatika ini kini tengah bersiap melanjutkan S2 Digital Forensik, dengan riset bertema Capture The Flag (CTF) — simulasi serangan siber legal untuk melatih ketahanan digital.
Ia juga memegang sederet sertifikasi internasional bergengsi seperti Certified Ethical Hacker (CEH), Certified Network Defender (CND), dan EC-Council Certified Incident Handler (ECIH).
Beberapa prestasinya bahkan mendunia — menemukan celah di VPN Starbucks (AS), Kementerian Investasi Shurooq (UEA), dan server internal Microsoft.
“Bagi saya, keamanan siber bukan sekadar pekerjaan, tapi panggilan. Saya ingin Polri tidak hanya kuat di darat, laut, dan udara, tapi juga di dunia digital,” tutur Dimas dengan rendah hati.
Wakapolri Komjen Pol. Prof. Dr. Dedi Prasetyo mengapresiasi langkah Dimas sebagai bukti nyata bahwa anggota Polri memiliki potensi besar di bidang teknologi.
“Prestasi ini menunjukkan bahwa semangat pengabdian Polri bisa hadir dalam banyak bentuk, termasuk menjaga ruang siber Indonesia,” ujarnya.
Sementara Dankor Brimob Polri Komjen Pol. Ramdhani Hidayat, S.H., menilai kiprah Dimas sebagai simbol adaptasi Brimob terhadap zaman.
“Semangat juang Brimob kini tak hanya di medan operasi, tetapi juga di dunia digital. Brimob harus tangguh dalam semua dimensi pertahanan bangsa,” tegasnya.
Di tengah derasnya arus transformasi digital, kisah Bharaka Dimas menjadi pengingat bahwa loyalitas dan inovasi bisa berjalan beriringan.
Dari lapangan hingga layar, dari barikade hingga basis data Brimob tetap berdiri tegak menjaga negeri.@red







