POLRI

Dari Jakarta Menuju Asia Tenggara Bersih Narkoba: BNN dan Myanmar Bangun Koalisi Anti-Narkotika

0
×

Dari Jakarta Menuju Asia Tenggara Bersih Narkoba: BNN dan Myanmar Bangun Koalisi Anti-Narkotika

Sebarkan artikel ini
Oplus_0

JAKARTA Di tengah kompleksitas ancaman narkotika lintas batas yang terus berkembang, Indonesia dan Myanmar memilih langkah strategis: mempererat barisan. Kepala Badan Narkotika Nasional Republik Indonesia (BNN RI), Komjen Pol. Marthinus Hukom, menerima kunjungan resmi Charge d’Affaires Kedutaan Besar Myanmar, Mang Hau Thang, dalam sebuah pertemuan bilateral yang berlangsung hangat di Park Hyatt Hotel, Jakarta Pusat, Senin (7/7) kemaren.

Namun ini bukan sekadar pertemuan protokoler. Di balik meja bundar dan suasana diplomatik, mengemuka kesamaan tekad: menyatukan langkah dalam memerangi jaringan narkotika lintas negara yang kian canggih dan menyusup hingga ke akar masyarakat.

550x300

“Ancaman narkotika bukan lagi persoalan satu negara, tapi tantangan kawasan. Karenanya, kita perlu strategi bersama, data bersama, dan tindakan bersama,” tegas Marthinus dalam pembukaan pertemuan.

Diskusi kedua pihak menyentuh titik-titik krusial: mulai dari pertukaran informasi intelijen, kerja sama operasional di wilayah perbatasan, hingga rencana pelatihan gabungan untuk memperkuat kapasitas SDM masing-masing negara.

Tak hanya menyentuh ranah teknis, kolaborasi ini juga dilihat sebagai upaya membangun solidaritas ASEAN dalam menekan laju peredaran narkoba yang bersifat transnational organized crime.

“Kami menyambut baik inisiatif BNN RI. Myanmar pun ingin menjadi bagian dari solusi kawasan terhadap peredaran gelap narkotika,” ujar Mang Hau Thang.

Delegasi BNN RI yang mendampingi Kepala BNN dalam pertemuan ini terdiri dari para penggerak lini strategis pemberantasan narkotika nasional: Deputi Hukum dan Kerja Sama, Agus Irianto; Plt. Deputi Pemberantasan, Budi Wibowo; Direktur Interdiksi, Terry Zakiar Muslim; serta Plt. Direktur Intelijen, Satria Oktoreza.

Pertemuan ini menjadi salah satu fragmen penting dalam upaya BNN memperkuat diplomasi narkotika internasional, serta mendorong pembentukan kawasan Asia Tenggara yang resilien terhadap jaringan peredaran narkoba global.

Sebagai garda depan dalam misi Indonesia Bersinar (Bersih Narkoba), BNN menegaskan bahwa keberhasilan pemberantasan narkotika di dalam negeri hanya akan maksimal jika disertai kerja sama erat dengan negara tetangga terutama di kawasan “segitiga emas” produksi narkoba yang masih aktif beroperasi.

Kini, lembar kerja sama antara Indonesia dan Myanmar semakin tebal—bukan hanya berisi niat baik, tetapi juga aksi konkret yang akan dibangun melalui koordinasi lintas batas, berbasis kepercayaan dan kepentingan bersama.@Tgk Sultan

error: mediapolri.id