Padang Pariaman — Pascabencana alam yang melanda Kabupaten Padang Pariaman, denyut kehidupan perlahan kembali bergerak. Di balik proses pemulihan itu, kehadiran Polri menjadi salah satu penopang utama bagi masyarakat yang terdampak. Tidak hanya menjaga keamanan, Polri turun langsung memastikan kebutuhan dasar warga terpenuhi—dari urusan perut, air bersih, hingga akses jalan.
Sejak pagi hingga malam hari, personel gabungan Polres Padang Pariaman, Sat Brimobda Lampung BKO, Korpolairud, serta unit K9 Baharkam Polri menyebar di berbagai nagari. Ada yang berjibaku di dapur lapangan, ada yang mengangkat material jembatan, ada pula yang memastikan air bersih kembali mengalir ke rumah-rumah warga.
Dua unit dapur lapangan atau Randurlap menjadi “jantung logistik” bagi warga terdampak. Berlokasi di Nagari Kasang dan Kataping, dapur ini setiap hari mengepul dengan aroma masakan hangat yang dibagikan langsung kepada masyarakat. Bagi sebagian warga, seporsi makanan hangat bukan sekadar pengganjal perut, melainkan penanda bahwa mereka tidak menghadapi masa sulit ini sendirian.
Sementara itu, di Korong Maranci, Nagari Seulayat, Kecamatan Ulakan Tapakis, personel Polri membangun jembatan darurat yang kini menjadi penghubung vital antarwilayah. Jembatan tersebut kembali membuka akses warga untuk beraktivitas, mengantar anak sekolah, hingga memperlancar jalur distribusi bantuan yang sempat terputus akibat bencana.
Kebutuhan paling mendasar lainnya—air bersih juga menjadi perhatian serius. Polri membangun sumur bor dan memasang toren air di puluhan titik yang tersebar di berbagai nagari terdampak. Beberapa toren telah berfungsi dan dimanfaatkan warga, sementara titik lainnya terus dikebut pengerjaannya. Upaya ini membawa harapan baru bagi masyarakat yang sebelumnya kesulitan mendapatkan air bersih untuk kebutuhan sehari-hari.
Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol. Trunoyudo Wisnu Andiko menegaskan bahwa kehadiran Polri di lokasi bencana bukan hanya bersifat sementara.
“Polri hadir untuk memastikan masyarakat tetap bisa menjalani kehidupan sehari-hari meskipun dalam kondisi pascabencana. Kami ingin pemulihan ini benar-benar dirasakan warga, sedikit demi sedikit, namun pasti,” ujarnya.
Hal senada disampaikan Kapolres Padang Pariaman AKBP Ahmad Faisol Amir, S.I.K., M.Si. Ia menegaskan bahwa jajaran Polres Padang Pariaman akan terus berada di lapangan hingga kondisi masyarakat kembali normal.
Di tengah keterbatasan, pemulihan di Padang Pariaman menjadi cerita tentang kebersamaan. Ketika dapur mengepul, jembatan kembali terbentang, dan air bersih mengalir, harapan pun ikut tumbuh bahwa bangkit dari bencana bukan sekadar soal membangun kembali, tetapi tentang hadir dan saling menguatkan.@Red







