JAKARTA – Badan Narkotika Nasional (BNN) kini bukan cuma gencar perang lawan narkoba, tapi juga makin serius dengar keluh kesah rakyat! Lewat optimalisasi sistem pengaduan, BNN siap tampil lebih transparan, responsif, dan manusiawi.
Langkah ini diungkap langsung oleh Inspektur Pengawasan dan Pemeriksaan Khusus BNN, Anton Setiyawan, S.I.K., M.Si., dalam acara Sosialisasi Pengelolaan Pengaduan yang digelar Rabu (18/6) di Gedung Tan Satrisna, Cawang, Jakarta Timur.
“Nilai reformasi birokrasi BNN tahun 2024 melonjak jadi 82,47, tertinggi sejak 2016. Ini bukti publik percaya sama kami,” ungkap Anton dengan bangga.
BNN sadar, kepercayaan itu harus dirawat. Salah satunya? Dengan cepat dan tepat menanggapi pengaduan masyarakat. Tak cuma basa-basi, BNN bahkan menggandeng Rosikin, Analis Kebijakan Ahli Madya Kementerian PAN-RB, buat kasih wawasan segar soal pengelolaan aduan era now.
Menurut Rosikin, paradigma pelayanan publik saat ini sudah bergeser. “Bukan zamannya lagi rakyat dianggap cuma objek. Sekarang mereka jadi subjek. Aktif, vokal, dan wajib dilibatkan,” tegasnya.
Ia juga mengenalkan ulang aplikasi LAPOR, kanal aduan nasional berbasis teknologi. Bukan cuma buat komplain, LAPOR juga jadi alat kontrol sosial biar instansi publik nggak jalan seenaknya.
“LAPOR itu bukan sekadar tempat curhat, tapi senjata rakyat buat jaga transparansi dan dorong perubahan,” kata Rosikin.
Upaya BNN ini sejalan dengan semangat membangun birokrasi modern yang berpihak pada rakyat. Sistem pengaduan yang kuat dan terbuka bukan hanya soal menerima laporan, tapi juga soal menunjukkan bahwa pemerintah mau dan mampu mendengar.
Dengan terobosan ini, publik kini bisa makin yakin: suara mereka nggak lagi berakhir di meja kosong.@tengkuzunet







