PADANG – Era baru pemberantasan narkoba mulai dirintis. Kepala BNN Provinsi Sumatera Barat menerima Direktur Politeknik Negeri Padang beserta jajaran yang melaporkan perkembangan penelitian Robot K-9 di Aula Arrya Guna, Kantor BNNP Sumbar, Senin (8/9).
Tim peneliti Politeknik Negeri Padang memaparkan prototipe robot K-9 yang tengah dikembangkan. Robot ini tidak sekadar meniru anjing pelacak, melainkan dilengkapi kecerdasan buatan untuk membaca perubahan pupil mata, menganalisis gestur tubuh, hingga mengendus aroma narkotika. Teknologi tersebut diharapkan mampu menghadirkan sistem deteksi dini yang lebih cepat, akurat, dan tak mengenal lelah.
Tahap selanjutnya, robot K-9 akan diuji dalam pengambilan data lapangan di Balai Besar Rehabilitasi BNN Lido, Loka Rehabilitasi Kalianda, dan Loka Rehabilitasi Batam. Uji coba ini penting untuk membangun basis data yang kaya, sehingga kecerdasan buatan pada robot dapat terus belajar dari kondisi nyata dan mampu beradaptasi dengan berbagai skenario di lapangan.
Kepala BNNP Sumbar menegaskan bahwa inovasi ini sejalan dengan visi modernisasi penanggulangan narkoba. “Kita tidak boleh tertinggal. Musuh kita menggunakan teknologi canggih, maka kita pun harus melawan dengan inovasi yang lebih maju,” ujarnya. Dukungan penuh terhadap riset ini juga menjadi simbol komitmen BNN dalam menggabungkan ilmu pengetahuan dengan strategi pemberantasan narkotika.
Direktur Politeknik Negeri Padang menambahkan, penelitian ini bukan hanya berpotensi memperkuat ketahanan nasional, tetapi juga membuka peluang bagi Indonesia untuk tampil sebagai pelopor teknologi anti-narkoba di dunia. “Kami berharap robot K-9 buatan anak bangsa ini kelak bisa berdiri sejajar dengan inovasi global, sekaligus membuktikan bahwa perguruan tinggi vokasi mampu menghasilkan karya yang berdampak luas,” ungkapnya.@Red







