KALSEL – Bank Indonesia Kalimantan Selatan (BI Kalsel) menggelar Capacity Building Jurnalis 2026 dengan tema “Dari Rumit ke Relevan”. Acara ini bertujuan meningkatkan kemampuan jurnalis dalam menyampaikan isu ekonomi dengan lebih sederhana dan mudah dipahami masyarakat.
Deputi Kepala Perwakilan BI Kalsel, Aloysius Donanto H. W., berharap para jurnalis dapat menjadi jembatan antara informasi ekonomi dan masyarakat. “Kami ingin jurnalis bisa membawa pemahaman ekonomi yang lebih baik ke masyarakat,” katanya.
Dalam acara ini, BI Kalsel juga memaparkan kondisi ekonomi terkini, termasuk upaya pengendalian inflasi dan ketersediaan uang tunai menjelang Ramadan dan Idulfitri. Tahun 2026, BI Kalsel bekerja sama dengan berbagai pihak untuk menyediakan lebih dari 100 titik penukaran uang di wilayah Kalimantan Selatan dengan sistem paket pecahan yang disesuaikan kebutuhan masyarakat.
Melalui kegiatan ini, BI berharap para jurnalis mampu menyampaikan isu-isu ekonomi secara lebih sederhana, relevan, dan membangun optimisme di tengah masyarakat. “Harapan kami, masyarakat dan pemangku kepentingan di daerah bisa lebih memahami kondisi ekonomi yang sedang terjadi,” tutup Aloysius.
Acara ini dihadiri oleh jurnalis dari berbagai media di Kalimantan Selatan dan menghadirkan narasumber seperti Wakil Kepala Desk Ekonomi dan Bisnis, Aris Prasetyo, serta Kepala Unit Kehumasan BI Kalimantan Selatan, Tisna Faisal Ayathollah.@Red







