oleh

Bareskrim Bongkar 222 Kg Sabu Jaringan Malaysia akan Dipakai Pesta Saat Nataru

JAKARTA – Direktorat Tindak Pidana Narkoba (Dit Tipidnarkoba) Bareskrim Polri menggagalkan peredaran 222 kilogram (kg) sabu, 900 ribu butir ekstasi, dan 47.500 butir happy five yang didatangkan dari Malaysia. Barang haram itu hendak dipakai untuk pesta saat Natal 2021 dan Tahun Baru 2022 (Nataru).

“Kami menduga ini akan diedarkan di kota-kota besar di Indonesia, di mana tempat hiburan malam dalam rangka perayaan Natal dan tahun baru,” kata Dir Tipidnarkoba Bareskrim Polri Brigjen Krisno Halomoan Siregar dalam konferensi pers di Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, Kamis, 23 Desember 2021.

Krisno mengatakan peredaan itu baru dugaan sementara. Sebanyak tiga pelaku beserta barang haram itu ditangkap di Perairan Aceh.

Dalam pembongkaran peredaran gelap narkoba jaringan Malaysia-Indonesia ini, ada tiga pelaku ditangkap dan satu tersangka merupakan pengendali dari Malaysia masih diburu. Ketiganya ialah FR, 40, warga Jangka Mesjid, Kecamatan Bireun, Aceh, yang berperan sebagai tekong; HB, 26, warga Lueng Puet, Mandat, Aceh Timur, Aceh, yang berperan sebagai transporter; dan SJ, 48, warga Tambon Baroh, Kecamatan Dewantara, Aceh, yang berperan menjaga gudang.

FR dan HB ditangkap pada Kamis, 16 Desember 2021. Sedangkan, SJ, pesuruh FR dan HB menjemput barang haram ke Malaysia diringkus pada Jumat, 17 Desember 2021.

Para tersangka dijerat Pasal 114 ayat 2 jo Pasal 132 ayat 1 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Dengan ancaman hukuman pidana mati, pidana penjara seumur hidup, atau penjara paling lama 20 tahun dan denda maksimal Rp10 miliar.

Kemudian, Pasal 112 ayat 2 jo Pasal 132 ayat 1 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Dengan ancaman hukuman pidana mati, penjara seumur hidup, atau pidana penjara paling lama 20 tahun dan denda maksimal Rp8 miliar.@mi

Komentar

News Feed