POLRI

Baharkam Polri Tutup Bintek SMP Obvitnas di UP2D Jateng, Skor 70,46 Persen Jadi Alarm Perbaikan

0
×

Baharkam Polri Tutup Bintek SMP Obvitnas di UP2D Jateng, Skor 70,46 Persen Jadi Alarm Perbaikan

Sebarkan artikel ini

SEMARANG – Korsabhara Baharkam Polri melalui Direktorat Pengamanan Objek Vital (Ditpamobvit) resmi menutup kegiatan Bimbingan Teknis (Bintek) Implementasi Sistem Manajemen Pengamanan (SMP) Objek Vital Nasional (Obvitnas) di DCC dan Server Scada Unit Pelaksana Pengatur Distribusi (UP2D) Jawa Tengah, Jumat (12/6/2026).

Kegiatan yang berlangsung selama lima hari tersebut digelar di Musi Room Hotel Aruss, Kota Semarang, sebagai bagian dari upaya peningkatan kualitas sistem pengamanan pada objek vital nasional yang memiliki peran strategis dalam menjaga keandalan distribusi tenaga listrik di wilayah Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta.

550x300

Bintek dipimpin oleh Ketua Tim Kombes Pol Ronald Ardiyanto Purba, S.I.K., M.Si., didampingi Tim Auditor Baharkam Polri dan Tim Pendamping Ditpamobvit Polda Jawa Tengah, yakni Kompol Umiyati, S.H., dan Ipda Yuni Nurul Fitriatiningsih, S.Psi., M.M. Turut tergabung dalam tim Bintek, AKP Juhari, S.H., selaku Sekretaris, serta auditor tenaga profesional Sistem Manajemen Pengamanan Obvitnas Baharkam Polri, yaitu Drs. Sutrisni Dewo, M.M., Widiyanto, S.E., M.H., dan Restu F. Arief, S.Pd., M.P.A.

Dari pihak PLN, kegiatan dihadiri General Manager UP2D Jawa Tengah Moh Khozain, Manager K3LK UID Jawa Tengah Yudi Dharyadi, Team Leader K3LK UP2D Jawa Tengah Rizal Suwandito, Asisten Manager K3 Kam UID Jawa Tengah Moch. Arif H., beserta Tim Sistem Manajemen Pengamanan dan Auditor Internal UP2D Jawa Tengah.

Pada hari terakhir pelaksanaan, tim melakukan review menyeluruh terhadap seluruh elemen Sistem Manajemen Pengamanan, mulai dari Elemen I hingga Elemen V. Kegiatan juga mencakup wawancara, pemeriksaan dokumen, evaluasi standar kemampuan pelaksana pengamanan, hingga monitoring dan evaluasi pelaksanaan SMP yang telah diterapkan di lingkungan UP2D Jawa Tengah.

Berdasarkan hasil penilaian, UP2D Jawa Tengah memperoleh skor 70,46 persen dengan kategori Perunggu. Selain itu, tim auditor memberikan 73 rekomendasi perbaikan yang harus ditindaklanjuti guna meningkatkan efektivitas sistem pengamanan dan mitigasi risiko terhadap berbagai ancaman yang dapat mengganggu operasional objek vital nasional.

Direktur Pengamanan Objek Vital Korsabhara Baharkam Polri menegaskan bahwa hasil penilaian tersebut harus menjadi perhatian serius seluruh pengelola Obvitnas. Menurutnya, DCC dan Server Scada merupakan pusat kendali distribusi kelistrikan yang memiliki peran sangat vital dalam menjaga kontinuitas pasokan listrik bagi masyarakat.

“DCC dan Server Scada merupakan otak pengendali sistem kelistrikan Jawa Tengah dan DIY. Ancaman yang dihadapi saat ini tidak hanya berupa gangguan fisik, tetapi juga serangan siber, sabotase, hingga ancaman teror yang dapat berdampak luas terhadap pelayanan publik. Karena itu, setiap rekomendasi yang diberikan harus segera ditindaklanjuti sebagai bagian dari upaya memperkuat sistem pengamanan,” ujarnya.

Ia menambahkan, penerapan Sistem Manajemen Pengamanan bukan sekadar pemenuhan administrasi, melainkan instrumen penting dalam membangun sistem pengamanan yang terstruktur, terukur, dan berbasis manajemen risiko sebagaimana diamanatkan dalam Peraturan Kepolisian Nomor 7 Tahun 2019 dan SNI 7751:2019.

Melalui penerapan SMP, pengelola objek vital nasional dituntut mampu melakukan identifikasi potensi ancaman, menyusun langkah mitigasi, meningkatkan kompetensi personel pengamanan, melaksanakan audit berkala, serta memastikan tersedianya rencana keberlangsungan operasional apabila terjadi gangguan atau keadaan darurat.

Sementara itu, Kakorsabhara Baharkam Polri Irjen Pol M. H. Ritonga memberikan apresiasi atas keterbukaan dan komitmen UP2D Jawa Tengah dalam mengikuti proses evaluasi dan pembinaan yang dilakukan Baharkam Polri.

Menurutnya, capaian kategori Perunggu tidak boleh dipandang sebagai kegagalan, melainkan sebagai bahan evaluasi untuk melakukan perbaikan secara berkelanjutan.

“Nilai yang diperoleh bukanlah sesuatu yang harus ditutupi. Justru melalui proses evaluasi yang objektif, kita dapat mengetahui aspek mana yang perlu diperkuat. Kami berharap seluruh rekomendasi dapat ditindaklanjuti dalam waktu tiga bulan sehingga kualitas sistem pengamanan dapat meningkat ke kategori yang lebih baik,” tegasnya.

Ketua Tim Bintek Kombes Pol Ronald Ardiyanto Purba menjelaskan bahwa mayoritas temuan berada pada aspek standar kemampuan pelaksana pengamanan dan sistem monitoring serta evaluasi.

Menurutnya, masih terdapat personel pengamanan yang belum memiliki sertifikasi sesuai jenjang kompetensi yang dipersyaratkan, pelaksanaan latihan penanggulangan keadaan darurat yang belum rutin, serta mekanisme monitoring yang belum didukung sistem pemantauan berbasis dashboard secara real time.

“Peningkatan kompetensi SDM pengamanan, pelaksanaan latihan secara berkala, serta penguatan sistem monitoring menjadi prioritas yang harus segera dilakukan agar sistem pengamanan berjalan lebih efektif dan sesuai standar yang berlaku,” jelasnya.

Di sisi lain, General Manager UP2D Jawa Tengah Moh Khozain menyampaikan apresiasi kepada Baharkam Polri atas pelaksanaan bimbingan teknis yang dinilai memberikan banyak masukan konstruktif bagi peningkatan sistem pengamanan di lingkungan PLN.

Ia menegaskan pihaknya berkomitmen menindaklanjuti seluruh rekomendasi yang diberikan dalam waktu 90 hari sebagai bentuk keseriusan dalam menjaga keamanan dan keandalan infrastruktur kelistrikan.

“Bagi kami, hasil evaluasi ini menjadi motivasi untuk terus melakukan pembenahan. DCC dan Server Scada merupakan jantung pengendalian distribusi listrik di Jawa Tengah. Karena itu, seluruh rekomendasi akan kami tindak lanjuti secara bertahap dan terukur dengan tetap berkoordinasi bersama Polri,” ungkapnya.

Kegiatan kemudian ditutup dengan penandatanganan berita acara hasil Bimbingan Teknis, penyerahan dokumen scoring hasil evaluasi, doa bersama, serta sesi foto bersama seluruh peserta. Penutupan tersebut menjadi penanda berakhirnya rangkaian Bintek SMP Obvitnas yang diharapkan mampu memperkuat ketahanan dan keamanan infrastruktur vital nasional, khususnya sektor ketenagalistrikan, dalam menghadapi berbagai tantangan dan ancaman yang terus berkembang.@Tgk Zunet

error: mediapolri.id