BANTEN – Korps Sabhara (Korsabhara) Baharkam Polri memulai bimbingan teknis (Bintek) Implementasi Sistem Manajemen Pengamanan (SMP) di PT Lestari Banten Energi, PLTU Banten 1 x 660 MW, sebagai upaya memperkuat pengamanan Objek Vital Nasional (Obvitnas). Kegiatan berlangsung selama lima hari, mulai 6 hingga 10 Juli 2026.
Bintek dipimpin Ketua Tim Baharkam Polri, Kombes Pol. Edy Sumardi Priadinata, S.I.K., M.H., yang menegaskan bahwa kehadiran tim bukan untuk mencari kesalahan perusahaan, melainkan menjadi mitra dalam meningkatkan kualitas sistem pengamanan.
“Kami hadir sebagai mitra untuk memastikan PLTU Banten 1 x 660 MW aman dan patuh terhadap ketentuan hukum. Karena itu, keterbukaan data dan transparansi menjadi kunci utama dalam proses ini,” ujar Kombes Pol. Edy Sumardi saat membuka kegiatan di Ruang Conference 1 PT Lestari Banten Energi, Senin (6/7/2026).
Ia menjelaskan, keberhasilan penerapan Sistem Manajemen Pengamanan tidak hanya menjadi tanggung jawab satuan pengamanan, tetapi membutuhkan keterlibatan seluruh unsur perusahaan, mulai dari jajaran direksi, divisi SDM, K3, teknologi informasi, hingga bagian pemeliharaan.
Menurutnya, hasil bimbingan teknis nantinya akan menghasilkan penilaian, skor, serta rekomendasi yang menjadi dasar bagi perusahaan untuk menyempurnakan sistem pengamanan menuju sertifikasi SMP.
“Harapan kami, PT Lestari Banten Energi dapat menjadi salah satu contoh terbaik pengelolaan Sistem Manajemen Pengamanan pada Objek Vital Nasional,” tambahnya.
Station Manager PT Lestari Banten Energi, Djoko Sampurno, menyambut positif pelaksanaan bimbingan teknis tersebut. Ia berharap seluruh masukan dari Tim Baharkam Polri dan Ditpamobvit Polda Banten dapat menjadi acuan dalam meningkatkan kualitas sistem pengamanan perusahaan.
“Kami berharap memperoleh saran dan rekomendasi yang komprehensif demi penyempurnaan Sistem Manajemen Pengamanan di lingkungan perusahaan,” katanya.
Hari pertama kegiatan diawali dengan upacara pembukaan, pemutaran profil perusahaan, pemaparan kondisi implementasi SMP oleh tim auditor internal, dilanjutkan safety induction serta observasi lapangan di area PLTU Banten 1 x 660 MW.
Melalui kegiatan ini, Baharkam Polri dan PT Lestari Banten Energi memperkuat sinergi dalam membangun sistem pengamanan yang profesional, terintegrasi, dan sesuai standar guna menjaga keandalan operasional salah satu Objek Vital Nasional di sektor ketenagalistrikan.@Red







