oleh

AKBP Shinto: Pabrik Miras Rumahan di Tangerang Digerebek, ini Pelakunya

TANGERANG – Polresta Tangerang menggerebek rumah industri minuman keras (miras) ciu di Ruko Bojong, Kecamatan Cikupa, Kabupaten Tangerang. Tiga orang ditangkap dalam penggerebekan tersebut.

Kabid Humas Polda Banten AKBP Shinto Silitonga mengatakan, penggerebekan yang dilakukan bermula dari adanya laporan warga yang merasa curiga dengan kegiatan tertutup di ruko yang dijadikan pembuatan ciu tersebut.

Pengungkapan kasus produksi dan memperdagangkan bahan pangan tidak sesuai standar keamanan dan izin edar. Kita ketahui bahwa bahan pangan itu berupa minuman beralkohol yang dikenal dengan nama ciu,” ujarnya, Jumat, 5 November 2021.

Dalam penggerebekan itu, Shinto menuturkan ditemukan sejumlah barang bukti seperti bahan dan alat produksi miras oplosan, serta ratusan dus miras siap edar. Dalam sehari, lanjutnya, rumah industri miras ini mampu memproduksi sekitar 20 dus yang berisi total ratusan botol miras.

“Rata-rata sehari pelaku dapat memproduksi 20 dus ciu yang berisi 24 botol per dusnya. Dengan harga perbotol variatif Rp11 ribu-Rp15 ribu,” katanya.

Shinto menjelaskan pelaku yang juga pemilikinya berinisial BA, 36, dan dua karyawannya baru satu tahun menempati ruko tersebut. Sebelumnya, dia menambahkan para pelaku mempunyai usaha konveksi.

“Para pelaku di sini statusnya mengontrak selama satu tahun. Banting stir dari usaha konveksi kemudian empat bulan berjalan memproduksi minuman ciu. Dua karyawannya itu adalah keluarga daei pemilik. BA yang paling bertanggung jawab, dua lagi karyawan inisialnya AT dan AA,” jelasnya.

Shinto mengatakan pelaku mengedarkan minuman keras ini ke wilayah Bekasi, Jawa Barat. Pelaku, lanjutnya, meracik minuman keras ciu tersebut didapati dari kedua orangtuanya.

“Sesuai informasi, pelaku mengetahui meramu miras ini dari orangtuanya sejak lama,” ucap dia.

Dari lokasi penggerebekan, polisi menyita barang bukti berupa empat panci, drum untuk fermentasi sebanyak 95 buah, drum kosong 15, tabung gas enam buah, 19 tabung gas kosong, dan kompor gas tiga buah.

“Bahan baku pembuatan ciu, seperti beras merah, gula dan ragi. Ini adalah bahan natural yang digunakan pelaku untuk memproduksi ciu. Selain itu ada juga barang hasil produksi baik dalam kemasan derigen dan botol mineral lainnya,” jelasnya.

Untuk mempertanggung jawabkan, pelaku dijerat Pasal 140 atau 142 UU Nomor 18 Tahun 2012 dengan ancaman hukuman 2 tahun penjara.@humas

Komentar

News Feed