oleh

AKBP Gede Suyasa Kembali Memberikan “Tali Kasih” Kepada Warga Kubutambahan Buleleng Bali Yang Penderita Difabel

SINGARAJA, Mediapolri.id – AKBP Dr. Gede Suyasa, S.Si. S.H. M.H Kembali Tersentuh dan Memberikan “Tali Kasih” Melihat kondisi Ketut Dharmayasa (9), Anak dari Kadek Krisna dan Kadek Widiarta Warga Dusun Banjar Tegal Desa Kubutambahan, Buleleng Bali. Minggu, (06/09/20).

Saat, bocah tersebut lahir normal dengan bobot berat 2,8kg. Namun setelah menginjak 1 bulan lebih mulai mengalami sakit dan harus mendapat perawatan di RSUD Buleleng, setengah bulan di RS, Dharmayasa lumpuh total.

” Darmayasa yang ditinggal cerai oleh ibunya kemudian diasuh pasutri Kadek Merta suami dari  Putu Suryamerta yang merupakan kakak kandung Kadek Widiarta “terangnya.

Melihat kondisi Warga Kubutambahan Buleleng Bali ini, AKBP Dr. Gede Suyasa, S.Si. S.H. M.H yang saat ini sedang bertugas di Bareskrim Mabes Polri. Setelah menerima laporan dari salah seorang warga tersebut.

AKBP Gede Suyasa langsung merespon dan memberikan sentuhan Tali Kasih untuk bocah Darmayasa berupa 1 kampil beras, popok 10 biji, susu Dencow dan Amplop. Bantuan tersebut langsung di distribusikan oleh Kades Kubutambahan Gede Pariadnyana.

Menurut orang tua asuhnya ibu Kadek Merta dan Putu Suryamerta yang sehari – hari harus merawat bahkan harus berusaha memenuhi kebutuhan Dharmayasa dengan membuka usaha kecil – kecilan, “Lahir normal dengan bobot berat 2,8kg, setelah menginjak 1 bulan lebih mulai mengalami sakit dan harus mendapat perawatan di RSUD Buleleng. Karena sakit tidak mau kita tiga bulanin tapi melihat anaknya seperti itu harus tiga bulanin berharap ada perubahan sembuh Ketut Darmayasa “kata Kadek Merta “Pungkasnya.

Kadek Merta menambahkan, Dharmayasa secara resmi diangkat sebagai anak keempat, ibu kandungnya Kadek Krisna sempat datang ke Kubutambahan, dan kaget melihat anaknya dengan kondisi seperti itu mengira sudah besar. Saat menuturkan terlihat tetesan air mata mengalir dipipi Ibu Merta.

“Pernah ditengok kesini dan kaget melihat anaknya seperti ini yang awalnya dikira sudah besar karena umurnya 9 tahun. Ibunya tidak menyangka akan kondisi anaknya seperti ini sampai meneteskan air mata “tuturnya.

Keluarga pun dengan senang hati mendapat sentuhan Tali Kasih dari Gede Suyasa. “Terimakasih sudah membantu Ketut Dharmayasa. Semoga Tuhan selalu membalas kebaikan Bapak bersama keluarga dan selalu dalam perlindungan Tuhan “Ucapnya.

Sementara AKBP Dr. Gede Suyasa, S.Si. S.H. M.H kepada Mediapolri.id dan Media buserkriminal.com mengatakan bantuan yang kita berikan bukanlah bantuan yang besar, tetapi dengan bantuan yang tidak seberapa.  “Mudah – mudah bisa menjadi triger atau pemicu warga lain yang memiliki rejeki lebih untuk berbagi dengan sesama, terutama para tetangga dan warga sekitar dan tentu saja kepada pemerintah setempat agar menjadi lebih peduli kepada warganya yang sedang membutuhkan bantuan, sebagai warga kelahiran di desa Kubutambahan Buleleng Bali ini berharap kedepan tidak ada lagi warga yang mengalami nasib sama dengan adek kita Ketut Dharmayasa “Ungkap Gede Suyasa.

Kades Kubutambahan Buleleng Gede Pariadnyana mengatakan pihaknya telah menganggarkan dengan dana Desa untuk anak-anak penderita Difabel “Kami sudah sempat memberikan bantuan, banyak anak-anak seperti ini dan  kemarin yayasan juga ada datang kesini. Kami selaku Kades sangat berterimakasih kepada AKBP Dr. Gede Suyasa, S.Si. S.H. M.H yang saat ini sedang bertugas di Bareskrim Mabes Polri dengan niat baik, tulus dan ikhlas membantu warga masyarakat ,”Terangnya@ferry.

Komentar

News Feed