POLRI

Ngopi Politik Jelang Pemilu 2029: Kapolres Kampar Sambangi Bawaslu, Bahas Demokrasi dan Keamanan

0
×

Ngopi Politik Jelang Pemilu 2029: Kapolres Kampar Sambangi Bawaslu, Bahas Demokrasi dan Keamanan

Sebarkan artikel ini

KAMPAR Di tengah suasana politik yang mulai hangat jelang Pemilu dan Pilkada 2029, sebuah pertemuan penuh makna berlangsung di Kantor Bawaslu Kabupaten Kampar pada Rabu pagi (6/8/2025). Namun, ini bukan pertemuan debat atau adu pendapat antar calon, melainkan momen silaturahmi strategis antara Kapolres Kampar, AKBP Boby Putra Ramadhan Sebayang dan jajaran pimpinan Bawaslu Kampar.

Kapolres justru hadir dengan senyum dan semangat kolaborasi. Didampingi Wakapolres Kompol Andi Cakra Putra serta sejumlah pejabat utama Polres Kampar, kunjungan ini lebih mirip pertemuan keluarga besar yang sedang menyusun strategi menjaga kampung halaman tetap damai, meski pesta demokrasi mulai bergulir.

550x300

Disambut langsung oleh Ketua Bawaslu Kampar, Syawir Abdullah, S.H., dan para Komisioner, agenda pertemuan berjalan akrab namun sarat makna. Kapolres menegaskan pentingnya menjaga benang merah sinergi antara aparat keamanan dan lembaga pengawas pemilu.

“Menjaga Pemilu bukan hanya soal pengamanan TPS. Ini tentang menciptakan atmosfer demokrasi yang sehat dan aman. Bawaslu dan Polres adalah dua sayap penting dalam menjaga keadilan dan ketertiban prosesnya,” tegas AKBP Boby dalam sambutannya.

Tak hanya menyampaikan pesan formal, suasana juga diwarnai dengan diskusi ringan seputar tantangan pengawasan pemilu di era digital, potensi gesekan politik akar rumput, hingga perlunya edukasi publik agar tak mudah terprovokasi informasi hoaks.

Ketua Bawaslu Kampar menyambut baik semangat sinergi tersebut. Ia menegaskan bahwa keberhasilan demokrasi tidak lepas dari kolaborasi yang kuat antar-lembaga.

“Bawaslu tidak bisa bekerja sendiri. Bersama Polres, kami yakin bisa menjaga Pemilu 2029 tetap aman, jujur, dan adil,” ungkap Syawir Abdullah.

Silaturahmi yang berlangsung hingga menjelang siang ini ditutup dengan harapan besar: pemilu yang damai, partisipatif, dan bermartabat.
Dan siapa sangka, menjaga demokrasi bisa dimulai dari obrolan santai penuh keakraban, jauh dari hiruk-pikuk politik yang biasanya gaduh.

Karena pada akhirnya, keamanan dan keadilan pemilu bukan hanya tugas segelintir orang tapi kerja bersama, dari meja rapat hingga jantung masyarakat.@Red

error: mediapolri.id