DENPASAR – Pertemuan dua institusi penting di Mapolda Bali, Kamis (7/8/2025). Dalam suasana penuh keseriusan namun hangat, Kapolda Bali Irjen Pol. Daniel Adityajaya, S.H., S.I.K., M.Si., menerima audiensi dari Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) Republik Indonesia.
Pertemuan ini bukan sekadar rutinitas birokrasi, melainkan dialog konstruktif yang membuka ruang evaluasi dan refleksi atas kerja-kerja kepolisian, khususnya dalam menindaklanjuti saran dan keluhan masyarakat Bali.
Komisioner Kompolnas RI, M. Choirul Anam, S.H., bersama tim hadir dalam rangka menjalankan tugasnya: menggali dan mengklarifikasi berbagai masukan masyarakat terhadap pelayanan kepolisian di wilayah hukum Polda Bali.
“Kami hadir bukan untuk menghakimi, tapi untuk mendengar, menyerap, dan mencari titik temu antara ekspektasi publik dan kinerja polisi,” ujar Choirul Anam.
Dalam forum terbuka tersebut, Kapolda Bali menyambut baik langkah Kompolnas. Baginya, kritik dan masukan adalah vitamin bagi institusi agar terus tumbuh dan tidak kehilangan arah.
“Kami di Polda Bali berkomitmen penuh untuk membangun kepolisian yang profesional, mandiri, dan dekat dengan masyarakat. Kami tidak alergi terhadap masukan. Justru itu yang kami butuhkan untuk berbenah,” tegas Irjen Pol. Daniel Adityajaya.
Audiensi berlangsung dalam suasana penuh keterbukaan. Kompolnas menyampaikan sejumlah sorotan dan harapan masyarakat, mulai dari pelayanan di tingkat Polsek, penanganan laporan warga, hingga transparansi proses hukum.
Kapolda menanggapi semua hal dengan kepala dingin dan komitmen tinggi untuk menindaklanjuti. Ia menekankan bahwa evaluasi bukanlah ancaman, tetapi alat ukur sejauh mana polisi sudah melayani rakyat.
“Setiap masukan masyarakat akan menjadi bahan evaluasi internal kami. Tugas kami bukan hanya menegakkan hukum, tapi juga menjaga kepercayaan,” katanya.
Pertemuan ini menjadi sinyal kuat bahwa kolaborasi antara Kompolnas dan Polda Bali berjalan dinamis. Kedua pihak sepakat untuk terus bersinergi dalam membangun institusi kepolisian yang responsif dan akuntabel.
“Jika masyarakat adalah cermin, maka polisi harus berani berkaca. Dan Kompolnas adalah jembatan antara keduanya,” ungkap salah satu peserta audiensi.
Dari ruangan audiensi Mapolda Bali hari itu, lahir harapan baru. Harapan bahwa setiap saran akan ditanggapi, setiap keluhan akan ditindaklanjuti, dan setiap polisi akan bekerja bukan karena perintah, tapi karena panggilan hati.
Audiensi ini bukan titik akhir, tapi awal dari peningkatan berkelanjutan menuju pelayanan kepolisian yang profesional, berintegritas, dan manusiawi.@Red







