BANDUNG – Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Jawa Barat sukses menggelar Pasanggiri Agung Kawih Sinom bertajuk “Narkoba Musuh Bangsa”, sebuah ajang seni yang mengangkat kearifan lokal sebagai media edukasi dan kampanye pencegahan penyalahgunaan narkoba.
Kegiatan yang merupakan karya Kepala BNN Provinsi Jawa Barat Brigjen Pol. Sulistyo Pudjo Hartono, S.I.K., M.Si., tersebut dilaksanakan secara daring. Pendaftaran dan pengiriman karya peserta berlangsung pada 10 hingga 31 Agustus 2026.
Pasanggiri ini tidak sekadar menjadi ajang kompetisi vokal, tetapi juga menjadi wadah kolaborasi antara seni dan pesan antinarkoba. Melalui lantunan Kawih Sinom yang sarat dengan nilai moral, para peserta menyampaikan pesan bahaya narkoba dengan pendekatan kreatif, ekspresif, dan dekat dengan kehidupan masyarakat.
Kepala BNN Provinsi Jawa Barat Brigjen Pol. Sulistyo Pudjo Hartono menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Kepala BNN RI serta Gubernur Jawa Barat atas perhatian dan dukungan terhadap pelaksanaan Pasanggiri Agung tersebut.
Apresiasi juga diberikan kepada dewan juri yang telah bekerja secara profesional dan objektif dalam menyeleksi delapan peserta terbaik dari dua kategori, yakni kategori umum dan pelajar.
“Apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh peserta yang telah mengikuti kegiatan ini dan menjadi duta seni yang membawa misi mulia untuk menyelamatkan generasi muda bangsa dari bahaya penyalahgunaan narkoba,” ujar Sulistyo.
Menariknya, karya Kawih Sinom hasil Pasanggiri tersebut saat ini tengah dalam proses pengurusan Hak Kekayaan Intelektual (HAKI). Karya tersebut selanjutnya akan diserahkan kepada Kepala BNN RI sebagai bagian dari program Ananda Bersinar.
Selain itu, karya tersebut juga akan diintegrasikan sebagai implementasi materi Inovasi Keluarga Anti Narkoba (IKAN) yang nantinya diserahkan kepada Gubernur Jawa Barat untuk dipertimbangkan sebagai salah satu materi muatan lokal.
Melalui kegiatan ini, pelajar, pemuda, dan masyarakat Jawa Barat didorong untuk mengembangkan aktivitas yang positif dan kreatif dengan tetap berakar pada budaya daerah. Seni diharapkan menjadi ruang ekspresi yang sehat sekaligus sarana membangun ketahanan generasi muda terhadap ancaman penyalahgunaan narkoba.
Pasanggiri Kawih Sinom “Narkoba Musuh Bangsa” menjadi salah satu bentuk inovasi BNN Provinsi Jawa Barat dalam mengembangkan strategi pencegahan narkoba melalui pendekatan budaya.
Dengan memadukan nilai-nilai kearifan lokal dan kampanye antinarkoba, BNN Jawa Barat menunjukkan bahwa seni dapat menjadi sarana edukasi sekaligus kekuatan dalam membangun kesadaran masyarakat untuk bersama-sama mewujudkan Jawa Barat yang bersih dari narkoba.@Tgk Zunet







