POLRI

Baru Mendarat, Buronan Most Wanted Interpol Beijing Langsung Diciduk Polri di Bandara Soekarno-Hatta

0
×

Baru Mendarat, Buronan Most Wanted Interpol Beijing Langsung Diciduk Polri di Bandara Soekarno-Hatta

Sebarkan artikel ini

JAKARTA – Upaya pelarian seorang buronan internasional berakhir hanya beberapa saat setelah menginjakkan kaki di Indonesia. Zheng Rongjing, pria yang masuk daftar most wanted Interpol Beijing dan diduga sebagai pemain besar jaringan online scam internasional di Kamboja, langsung ditangkap aparat Polri setibanya di Bandara Internasional Soekarno-Hatta.

Penangkapan dilakukan oleh National Central Bureau (NCB) Interpol Indonesia bersama Direktorat Jenderal Imigrasi sebagai tindak lanjut atas permintaan penangkapan dari NCB Interpol Beijing yang telah diterima sejak 5 Maret 2026.

550x300

Sekretaris NCB Interpol Indonesia Divhubinter Polri, Brigjen Untung Widyatmoko, menjelaskan bahwa Zheng merupakan salah satu buronan prioritas yang diduga menjalankan operasi penipuan daring di salah satu kompleks (compound) terbesar di Kamboja.

“Subjek merupakan salah satu buronan yang masuk dalam daftar most wanted Interpol Beijing dengan aktivitas melakukan operasi scam di salah satu compound terbesar di Kamboja,” ujar Untung dalam konferensi pers di Gedung Bareskrim Polri, Jumat (26/6/2026).

Berdasarkan hasil pemantauan, Zheng diketahui memasuki Indonesia menggunakan penerbangan AirAsia QZ-475 yang tiba di Terminal 2 Bandara Soekarno-Hatta pada Rabu (24/6/2026) malam. Petugas yang telah melakukan pengawasan langsung mengamankannya sesaat setelah proses kedatangannya.

Menurut Untung, keberhasilan penangkapan tersebut merupakan hasil kolaborasi antara NCB Interpol Indonesia dan Direktorat Jenderal Imigrasi.

Saat ini, Zheng masih menjalani pemeriksaan untuk mengungkap tujuan kedatangannya ke Indonesia. Penyidik mendalami kemungkinan adanya upaya membangun atau memperluas jaringan kejahatan siber di Tanah Air sebelum yang bersangkutan diserahkan kepada otoritas China melalui mekanisme kerja sama Interpol.

“Kalau seorang pemain besar online scam datang ke Indonesia, tentunya perlu dipastikan apakah ada pihak yang akan menampung atau infrastruktur yang telah dipersiapkan di sini,” kata Untung.

Polri menegaskan, pengungkapan ini menjadi bukti komitmen Indonesia dalam memperkuat kerja sama internasional untuk memberantas kejahatan transnasional, khususnya jaringan penipuan daring lintas negara yang selama ini telah merugikan banyak korban di berbagai negara.@Red

error: mediapolri.id