PALEMBANG – Menjelang puncak peringatan Hari Bhayangkara ke-80 Tahun 2026, Polda Sumatera Selatan menggelar Upacara Pemuliaan Nilai-Nilai Tribrata dan Pencucian Pataka Atidhira Wira Bhakti di Aula Lantai 7 Gedung Presisi Mapolda Sumsel, Kamis (25/6/2026).
Upacara yang berlangsung khidmat tersebut dipimpin langsung oleh Kapolda Sumsel Irjen Pol Dr. Sandi Nugroho, S.I.K., S.H., M.Hum., sebagai bagian dari pembinaan tradisi untuk memperkuat nilai-nilai pengabdian dan loyalitas seluruh insan Bhayangkara.
Tradisi pencucian pataka menjadi salah satu agenda penting menjelang Hari Bhayangkara. Kegiatan ini tidak hanya bersifat seremonial, tetapi juga menjadi momentum refleksi dan penguatan komitmen anggota Polri dalam menjalankan tugas melayani, melindungi, dan mengayomi masyarakat.
Prosesi dimulai dengan masuknya Pataka Polda Sumsel “Atidhira Wira Bhakti” ke ruang upacara yang disambut penghormatan seluruh peserta. Selanjutnya, Kapolda Sumsel melakukan pencucian pataka menggunakan air bunga dan daun pandan yang kemudian diakhiri dengan penyemprotan minyak wangi sebagai simbol penyucian nilai, penghormatan terhadap sejarah perjuangan institusi, serta pembaruan tekad pengabdian kepada masyarakat.
Rangkaian kegiatan turut diisi dengan menyanyikan Hymne Polri, pembacaan doa, dan penghormatan kepada Pataka sebelum kembali disemayamkan.
Pataka Atidhira Wira Bhakti merupakan simbol kehormatan sekaligus identitas Polda Sumsel yang disahkan melalui Surat Keputusan Kapolri Nomor Pol. SKEP/1123/IX/1996 tanggal 20 September 1996. Sasanti tersebut mengandung makna keteguhan hati, jiwa keperwiraan, serta pengabdian yang dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab demi menegakkan kebenaran dan keadilan.
Kapolda Sumsel Irjen Pol Dr. Sandi Nugroho mengatakan bahwa Pataka Atidhira Wira Bhakti bukan sekadar lambang organisasi, melainkan representasi nilai-nilai luhur yang harus diwujudkan dalam setiap pelaksanaan tugas kepolisian.
“Prosesi ini menjadi momentum untuk memperbarui komitmen pengabdian seluruh personel. Nilai-nilai Tribrata harus hidup dalam setiap tindakan anggota Polri sehingga kehadiran Polri benar-benar memberikan rasa aman, keadilan, dan pelayanan terbaik bagi masyarakat,” ujarnya.
Nilai historis Pataka Atidhira Wira Bhakti semakin kuat karena Polda Sumsel merupakan salah satu satuan kewilayahan Polri yang dua kali menerima Tanda Kehormatan Nugraha Sakanti dari Presiden Republik Indonesia, yakni pada tahun 1973 dan kembali pada tahun 2025. Penghargaan tersebut diberikan atas dedikasi dan keberhasilan Polda Sumsel dalam menjalankan tugas kepolisian yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Sementara itu, Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya, S.I.K., M.H., menegaskan bahwa tradisi pemuliaan nilai Tribrata menjadi pengingat bagi seluruh personel agar senantiasa menjaga integritas, disiplin, dan loyalitas dalam menjalankan tugas.
“Tradisi ini bukan sekadar seremoni, tetapi menjadi pengingat bahwa setiap insan Bhayangkara memiliki tanggung jawab moral untuk menjaga kehormatan institusi serta terus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat,” ungkapnya.
Melalui Upacara Pemuliaan Nilai-Nilai Tribrata dan Pencucian Pataka Atidhira Wira Bhakti, Polda Sumatera Selatan menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan Polri yang Presisi, profesional, humanis, dan semakin dipercaya masyarakat dalam menjaga keamanan, ketertiban, serta penegakan hukum di Bumi Sriwijaya.@Herlan, SH







