INDRAMAYU – Direktorat Pengamanan Objek Vital (Ditpamobvit) Korsabhara Baharkam Polri memulai Audit Resertifikasi Implementasi Sistem Manajemen Pengamanan (SMP) di PT Pertamina Patra Niaga Refinery Unit (RU) VI Balongan, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, Selasa (9/6/2026).
Kegiatan yang berlangsung di RR-I ADM Building tersebut dipimpin langsung oleh Ketua Tim Audit, Kombes Pol Hadianur, S.I.K., M.H., bersama tim auditor serta Observer dari Polda Jawa Barat, AKBP Dr. Bohari, S.H., M.H.
Dalam sambutannya, Kombes Pol Hadianur menegaskan bahwa audit resertifikasi bukan sekadar kegiatan administratif, melainkan bentuk evaluasi menyeluruh terhadap penerapan Sistem Manajemen Pengamanan di lingkungan objek vital nasional.
“Audit resertifikasi ini wajib dilaksanakan. Bukan sekadar formalitas, tetapi pembuktian bahwa lima elemen utama Sistem Manajemen Pengamanan, yakni komitmen dan kebijakan, pola pengamanan, konfigurasi pengamanan, standar pelaksanaan pengamanan, serta monitoring dan evaluasi, telah diterapkan secara optimal,” ujarnya.
Menurutnya, keberadaan Kilang Balongan sebagai salah satu pemasok utama bahan bakar minyak (BBM) nasional menjadikan aspek keamanan sebagai prioritas utama. Gangguan terhadap operasional kilang berpotensi memberikan dampak signifikan terhadap distribusi energi dan stabilitas ekonomi nasional.
Audit ini juga merupakan implementasi dari Peraturan Kepolisian Nomor 7 Tahun 2019 yang mewajibkan objek vital nasional menerapkan sistem pengamanan terpadu dan berlapis guna mengantisipasi berbagai ancaman, mulai dari sabotase, aksi terorisme, kebakaran, hingga serangan siber.
Sementara itu, Executive General Manager RU VI Balongan, Yulianto Triwibowo, menyatakan komitmen perusahaan dalam menjaga standar pengamanan yang tinggi demi mendukung ketahanan energi nasional.
“Kilang Balongan menyuplai sekitar 12 persen kebutuhan BBM nasional. Karena itu, pengamanan menjadi prioritas utama. Kami terbuka terhadap proses audit ini sebagai bagian dari upaya memperkuat dan menyempurnakan sistem yang telah berjalan,” katanya.
Kegiatan pembukaan audit turut dihadiri Head of Operation & Manufacturing Eko Nurcahyo, Manager HSSE Moch. Arifin, serta seluruh Person in Charge (PIC) Sistem Manajemen Pengamanan RU VI Balongan.
Di tempat terpisah, Direktur Pengamanan Objek Vital Korsabhara Baharkam Polri, Brigjen Pol. Dr. M. Syahduddi, S.I.K., M.Si., menegaskan bahwa Polri tidak memberikan toleransi terhadap potensi gangguan keamanan pada objek vital nasional.
“Energi merupakan urat nadi negara. Sistem Manajemen Pengamanan menjadi instrumen penting untuk memastikan keberlangsungan operasional objek vital nasional selama 24 jam. Ini merupakan wujud komitmen Polri dalam menjaga ketahanan energi nasional melalui program Polri Presisi yang siap terlihat dan bermanfaat bagi masyarakat,” tegasnya.
Audit resertifikasi dijadwalkan berlangsung selama tiga hari. Tim auditor akan melakukan pemeriksaan terhadap kelengkapan dokumen, peninjauan lapangan, evaluasi tindak lanjut hasil audit sebelumnya, serta penilaian terhadap implementasi Sistem Manajemen Pengamanan guna memastikan seluruh standar pengamanan tetap berjalan secara efektif dan berkelanjutan.@Red







