DELI SERDANG — Pagi di kawasan Denai Lama, Kecamatan Pantai Labu, Minggu (17/5/2026), terasa berbeda. Di antara aroma kopi yang mengepul dari cangkir-cangkir sederhana dan deretan kuliner tradisional yang menggoda selera, hadir sekelompok perempuan berseragam merah muda yang tak sekadar datang untuk menikmati suasana pasar.
Mereka adalah anggota Bhayangkari Cabang Polsek Pantai Labu yang turun langsung menyapa para pedagang di Pasar Kamu, membawa semangat pemberdayaan ekonomi kerakyatan.
Kehadiran Bhayangkari kali ini bukan seremoni biasa. Mereka datang dengan misi membangun kemandirian ekonomi masyarakat melalui pendampingan langsung kepada pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
Di sela aktivitas pasar yang ramai, para anggota Bhayangkari tampak duduk bersama pedagang, mendengarkan cerita perjuangan usaha kecil, mulai dari tantangan modal hingga pemasaran di tengah persaingan era digital.
Ketua Cabang Bhayangkari Polsek Pantai Labu, Ny. Afriani Iralfat Dachi, memimpin langsung kegiatan tersebut. Ia menegaskan bahwa Bhayangkari saat ini tidak hanya berperan sebagai pendamping anggota Polri, tetapi juga harus mampu menjadi bagian dari solusi sosial dan ekonomi masyarakat.
“UMKM adalah denyut ekonomi rakyat. Karena itu, Bhayangkari harus hadir bukan hanya memberi dukungan moral, tetapi juga ikut mendorong kemampuan usaha masyarakat agar lebih berkembang dan mandiri,” ujarnya.
Suasana pasar yang awalnya dipenuhi aktivitas jual beli mendadak berubah menjadi ruang diskusi dan pembelajaran. Dalam sesi berbagi pengalaman, Bhayangkari menghadirkan pelaku usaha yang telah sukses mengembangkan bisnisnya untuk memberikan motivasi serta edukasi kepada para pedagang lokal.
Topik yang dibahas pun dekat dengan kebutuhan pelaku UMKM saat ini, mulai dari pengelolaan usaha sederhana hingga strategi pemasaran berbasis digital.
Menurut Ny. Afriani, perkembangan teknologi harus menjadi peluang baru bagi para pedagang tradisional untuk memperluas pasar mereka.
“Sekarang pasar tidak lagi terbatas di lokasi fisik. Produk lokal punya peluang dikenal lebih luas jika pelaku UMKM mampu memanfaatkan media digital dengan baik,” katanya.
Interaksi yang terjalin hangat membuat para pedagang merasa lebih diperhatikan. Mereka tidak hanya menerima arahan, tetapi juga mendapatkan ruang untuk menyampaikan harapan dan kendala yang dihadapi dalam menjalankan usaha sehari-hari.
Langkah Bhayangkari Polsek Pantai Labu ini menjadi gambaran nyata bagaimana sinergi sosial dapat tumbuh dari ruang sederhana seperti pasar kuliner rakyat. Tidak hanya mempererat hubungan dengan masyarakat, kegiatan tersebut juga membuka jalan bagi penguatan ekonomi lokal berbasis komunitas.
Melalui program pembinaan berkelanjutan, Bhayangkari berharap UMKM di Kecamatan Pantai Labu semakin adaptif, berdaya saing, dan mampu menjadi penopang ekonomi keluarga maupun daerah.
“Harapan kami, kehadiran Bhayangkari benar-benar memberi dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat,” tutup Ny. Afriani.@Yan







