SINJAI – Di balik suasana apel pagi yang biasanya identik dengan barisan rapi dan arahan pimpinan, ada nuansa berbeda di Polres Sinjai pada Senin (29/9/2025). Usai kegiatan rutin tersebut, jajaran personel justru larut dalam momen sederhana namun sarat makna: mengisi kotak amal.
Kotak amal yang berkeliling di hadapan personel bukan sekadar wadah uang receh, melainkan simbol kepedulian bersama. Satu per satu anggota menyisihkan rezekinya, menegaskan bahwa di balik seragam dan disiplin, ada hati yang peduli terhadap sesama.
Kapolres Sinjai AKBP Harry Azhar, SH., S.Ik., MH., menegaskan bahwa gerakan ini adalah bagian dari pembiasaan nilai kemanusiaan di tubuh Polri.
“Ini bukan rutinitas biasa, tapi cara kami melatih anggota agar peka terhadap lingkungan sosial. Kepedulian adalah investasi moral yang akan memperkuat kedekatan polisi dengan masyarakat,” ungkapnya.
Donasi yang terkumpul nantinya disalurkan melalui program Polres Sinjai Peduli, dengan sasaran utama warga yang membutuhkan serta kegiatan sosial keagamaan.
Lebih dari sekadar membantu, Kapolres berharap aksi ini menumbuhkan budaya gotong royong yang melekat di tubuh personel. “Polisi tidak hanya hadir menjaga keamanan, tapi juga harus jadi teladan dalam merawat nilai-nilai kemanusiaan,” tambahnya.
Tradisi kecil ini memang sederhana, namun dampaknya bisa besar. Di tengah rutinitas tugas yang berat, kegiatan berbagi menjadi jeda yang mengingatkan bahwa kekuatan sejati polisi bukan hanya pada wibawa, melainkan juga pada empati.
Dengan semangat kebersamaan yang terus dipupuk, Polres Sinjai berharap gerakan kotak amal ini menjadi budaya positif yang diwariskan lintas generasi, hingga kepedulian tak lagi sekadar jargon, melainkan nafas keseharian.@Red







