oleh

Kian Marak Penambangan Ilegal Di Jalur Koridor, Warga Minta Polisi Lakukan Penindakan

KONSEL – Penambangan secara ilegal yang terjadi di Kabupaten Konawe Selatan (Konsel) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) sudah sangat meresahkan dan diduga oknum pemerintah setempat tutup mata.

Dari hasil penelusuran wartawan media Ini, dugaan pencurian ore nikel tersebut oleh oknum yang tidak bertanggung jawab telah berlangsung lama.

Menurut keterangan warga, penambangan yang dilakukan secara ilegal tersebut dilakukan diluar Wilayah Isin Usaha Pertambangan(WIUP), dimana Lokasi tersebut diduga berada di antara WIUP PT Macika Madamadana dengan WIUP PT Jagat Rayatama, (lahan koridor).

Warga setempat juga menambahkan bahwa, Penambangan tersebut dimulai sejak Akhir tahun 2020 dan sempat diberhentikan oleh pihak Kepolisian namun diawal bulan januari 2021 telah beroprasi kembali.

“Penambangan di koridor itu sudah sejak tahun 2020 tapi pernah diberhentikan karena saya dengar ada masalah, tapi sekarang sudah beroperasi kembali sekitar kurang lebih sebulan ini,” jelas warga yang tidak ingin dipublikasikan namanya saat ditemui media ini. Kamis 18/02/2021.

Ditempat terpisah salah satu Warga Desa Kiaea kecamatan Palangga yang kembali ditemui membenarkan adanya Penambangan dilokasi koridor tersebut.

“Iya betul, Jalan yang digunakan untuk mobilisasi material kayaknya sekarang dia gunakan Jalan holing PT Jagat Rayatama,” jelasnya.

Namun, penambangan diluar wilayah IUP tersebut sangat bertentangan dengan undang – undang no 3 tahun 2020 Tentang Pertambangan mineral dan batu bara atas perubahan undang-undang no 4 tahun 2009 tentang Pertambangan mineral Dan Batu bara.

Sehingga dapat merugikan keuangan Negara dan akan memberikan dampak negatif terhadap lingkungan

Warga berharap, penegak hukum segera melakukan penyelidikan dan penangkapan terhadap oknum yang diduga telah melakukan perbuatan Secara melawan hukum. @Jamrun

Komentar

News Feed