oleh

Diakhir Masa Tugas Jadi Kapolres Bogor, AKBP Roland Bongkar Kasus Pedagangan Orang Dikawasan Puncak

BOGOR – Kepolisian Daerah Jawa Barat (Polda Jabar) Jajaran Sat Reskrim Polres Bogor berhasil mengungkap kasus perdagangan orang yang beroperasi di sebuah Villa, di kawasan Cisarua Puncak, Kabupaten Bogor, Sabtu (21/11/2020).

Hal itu diungkapkan oleh Kapolres Bogor AKBP Roland Ronaldy S.H., S.I.K., M.Pict., M.Iss. saat digelar Konferensi Pers. Ia menyebutkan, para pelaku bermodus akan memperkerjaan mereka (Korban) sebagai pembantu rumah tangga, dengan menyediakan tempat penampungam sementara berupa Mess.

Kasus ini terungkap, lanjut AKBP Roland, bermula dari informasi masyarakat, bahwa di daerah puncak ada jual beli orang dengan tujuan eksploitasi seksual. Sat Reskrim Polres Bogor kemudian langsung melakukan penyelidikan.

“Polisi mendapatkan para korban yang sedang di eksploitasi, di sebuah villa, di kawasan Puncak. Polisi berhasil mengamankan pelaku seorang Pria diketahui berinisial HI (33) yang sedang melakukan transaksi penjualan orang,” ungkap AKBP Roland.

Tak sampai disitu, Polisi pun melakukan pengejaran terhadap 2 orang lainnya, dan berhasil diamankan di daerah Cianjur.

“Dua orang tersebut yaitu perempuan berinisial HA (41) dan Laki laki AN (29). Pelaku yang berhasil diamankan sebanyak 3 orang dan korban sebanyak 14 perempuan, yang rata-rata masih berusia remaja,” papar Kapolres Bogor.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol. Erdi A. Chaniago S.I.K., M.Si. menegaskan, para pelaku dijerat Pasal 2 UU tentang tindak pidana perdagangan orang Nomor 21 tahun 2007.

“Dan kita kenakan Pasal berlapis juga, yaitu Pasal 296 KUHP dan 506 KUHP Pidana. Dengan ancaman hukuman minimal 3 tahun dan maksimal 15 tahun,” tegas Kombes Erdi.

Sementara itu, Kombes Erdi mengatakan, para korban akan diserahkan ke Dinas Sosial untuk dilakukan pembinaan, di UPT Balai Kesejahteraan Sosial, yang berlokasi di Cituereup Kabupaten Bogor.@Lana

IMG 20201121 WA0256

Komentar

News Feed