oleh

Buronan Penipuan Investasi Singkong Bodong Ditangkap Tim Gabungan Polda Riau

RIAU – Pelarian pengusaha Muhammad Yusuf Hasyim akhirnya berakhir. Buron kasus penipuan dan penggelapan berkedok investasi singkong itu ditangkap polisi. Dirut PT Sumatera Tani Mandiri ini ditangkap di Jakarta Barat, Kamis malam, 19 November 2020.

Direskrimum Polda Riau Kombes Pol Zain Dwi Nugroho membenarkan penangkapan buron Polda Riau tersebut. Tersangka ditangkap oleh tim gabungan dari Jatanras Polda Riau bersama Reskrim Polres Jakarta Barat.

“Benar, sudah kami tangkap. Saat ini diproses di Polda Riau. Sudah kami lakukan penahanan,” ungkap Zain Dwi Nugroho saat dihubungi Medcom.id, Jumat, 20 November 2020 malam.

Dikatakan Zain, Muhammad Yusuf Hasyim ditangkap di kawasan Jakarta Barat. Di salah satu apartemen. “Setelah kita tangkap, kita bawa ke Pekanbaru. Saat ini ditahan penyidik Polda Riau,” ujarnya.

Untuk diketahui, Muhammad Yusuf Hasyim selaku Dirut PT STM telah menipu puluhan korban di Riau dan Kalimantan Tengah. Penetapan tersangka itu juga diketahui berdasarkan surat bernomor B/1276/VIII/2020/Reskrimum tentang pemberitahuan peningkatan status terlapor sebagai tersangka.

Kasus terungkap pada Desember 2019. Yusuf selaku Dirut PT STM menggaet investor untuk investasi singkong racun jenis cassestart dan jenis BW1. Tak hanya itu, PT STM juga mengeklaim memiliki mandat pengelolaan lahan di kawasan Sorek, Pelalawan, Riau seluas 500 hektare untuk ditanami singkong dan aren.

Namun, izin lahan itu konsesi Hak Pengusahaan Hutan Tanaman Industri (HPHTI) yang izinnya dipegang PT Arara Abadi. PT STM sendiri menjalin kerja sama dengan masyarakat desa Kesuma, yang mereka mengaku sebagai investor.

Dengan bermodal perjanjian kerja sama dengan masyarakat itu, pihak PT STM malah menggaet investor lain dan membujuk rayu pengusaha nasional itu. Alhasil dikucurkan uang senilai miliaran rupiah ke rekening PT STM untuk investasi, pada Januari 2020.

Tapi seiringnya waktu berjalan, ternyata singkong yang dijanjikan tak kunjung ditanam. Uang pun sempat diminta dikembalikan, tapi tak kunjung dibayar. Alhasil kasus ini ditenggarai sebagai penipuan bermodus investasi, yang kemudian ditindaklanjuti Polda Riau.

Selain di Riau, Yusuf juga pernah dilaporkan ke Polda Kalimantan Tengah terkait penipuan investasi singkong tahun 2004. Yusuf dilaporkan oleh sejumlah korban penipuan ke Polda Kalteng dengan nomor LP/L/19/I/2014/SPKT tanggal 22 Januari 2014 oleh Suparno dan sejumlah pengusaha Palangkaraya lainnya.

Para korban mengaku dijanjikan investasi singkong yang akibatnya menderita kerugian miliaran rupiah lebih. @Mi

Komentar

News Feed