oleh

Antisipasi Tindak Kriminal Dalam Sengketa Lahan, Kapolda NTT Turun Langsung Temui Warga

KUPANG – Kapolda NTT Irjen Lotharia Latif menemui warga yang bersengketa yaitu Desa Pubabu-Besipae, Timor Tengah Selatan (TTS), dan Pemprov Nusa Tenggara Timur (NTT) untuk meredam ketegangan.

“Saya mohon semua pihak tahan diri, tahan emosi, kita dialog dengan kepala dingin. Jangan sampai terjadi lagi hal-hal yang merugikan, termasuk kekerasan. Kita harus menjaga situasi tetap aman dan kondusif,” kata Kapolda, Jumat (16/10/2020) malam.

Kapolda mengatakan saat ini situasi di Besipae kondusif. Latif mendorong urusan sengketa lahan ini diselesaikan secara hukum.

“Dan saya berharap ini dapat dijaga dengan baik. Semua pihak saling menahan diri. Dan tentu saja kita mendorong kalau memang masyarakat ada yang merasa bahwa mereka memiliki hak, tempuhlah melalui jalur dan proses hukum,” tambahnya.

Kapolda menjelaskan tujuan dirinya datang ke Besipae juga untuk mendengar keluh kesah warga. Latif menegaskan siapa pun yang melakukan kekerasan akan ditindak tegas oleh kepolisian.

“Tentu saja harapan kita ini ada solusi yang terbaik dan saya hadir di sini semata-mata karena melihat dari sisi kemanusiaan, mendengar apa yang mau disampaikan warga,” jelas Kapolda.

“Siapa pun yang melakukan kekerasan, akan ditindak tegas. Saya tidak pandang bulu. Jika ada yang merasa dirinya korban dari peristiwa kemarin, segera buat laporan dan silakan kawal proses hukumnya,” imbuhnya.

Menurut Kapolda, terdapat 37 kepala keluarga yang menghadiri dialog dengan dirinya. Latif melanjutkan dirinya membahas rekomendasi Komnas HAM atas masalah sengketa lahan ini.

“Rekomendasi Komnas HAM itu arahan kepada pemprov dan kepada polda, serta kepada masyarakat itu sendiri. Dalam rekomendasi Komnas HAM, terdapat poin di mana masyarakat diminta tinggal sementara di rumah yang dibangun Pemprov hingga masalah ini selesai,” tutur Kapolda.

“Komnas HAM juga merekomendasikan agar situasi yang kondusif terjaga, mengedepankan dialog serta penyelesaian permasalahan secara kekeluargaan di antara masyarakat adat. Komnas HAM juga merekomendasikan warga menggunakan upaya-upaya sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku dalam memperjuangkan hak-haknya,” lanjutnya.

Kapolda kemudian menyampaikan dirinya telah meninjau kelayakan hunian sementara bagi warga yang dibangun oleh Pemprov NTT. Menurut Latif rumah yang dibangun sementara oleh Pemprov NTT dalam kondisi baik dan layak dihuni.

“Tadi sudah saya cek dan saya lihat langsung kondisinya. Saat ini, itu merupakan tempat tinggal untuk ditempati sementara, ada listrik Juga sudah terpasang di sana,” ujarnya.

Sebelumnya, beredar video rekaman seorang perempuan terlibat bentrokan dengan pria berseragam Satpol PP. Kapolres Timor Tengah Selatan AKBP Ariasandy menerangkan kejadian itu bermula dari kegiatan penanaman jagung oleh Pemprov NTT. Penanaman jagung itu, terang Ariasandy, ditolak warga. Akhirnya saling dorong antara warga dan pihak Pemprov NTT tak terhindarkan.@Red

Komentar

News Feed